Buka Literasi Digital bagi Difabel Netra, Yayasan Lentera Rumah Inklusif Bersama BAZNAS RI Gelar Onboarding Day Batch 5

JAKARTA – Yayasan Lentera Rumah Inklusif resmi memulai program beasiswa pelatihan teknologi digital bertajuk “Onboarding Day POI 2026 Batch – 5” pada Sabtu, 4 Juli 2026. Program yang berfokus pada pelatihan Microsoft Office, Internet, dan Artificial Intelligence (AI) Dasar ini diselenggarakan berkat dukungan sponsor penuh dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).

Mengusung tema “Meningkatkan Kemandirian Difabel Netra melalui Literasi Digital”, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para penyandang disabilitas netra di seluruh Indonesia agar lebih berdaya, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Acara yang dipandu oleh Abizar Gifari Nasir selaku pembawa acara ini dihadiri langsung secara virtual oleh Pembina Yayasan Lentera Rumah Inklusif sekaligus CEO Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, Sofyan Sukmana, S.Pd.

Animo Tinggi dan Seleksi Ketat

Dalam sambutannya, Sofyan Sukmana menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS RI atas dukungan penuh yang diberikan. Menurutnya, akses teknologi ini akan sangat membantu meningkatkan potensi dan kepercayaan diri para difabel netra.

“Dukungan ini sangat banyak amat manfaatnya bagi teman-teman difabel netra di seluruh Indonesia untuk dapat terus menggali potensi, menambah kepercayaan diri, dan meningkatkan kemandirian di bidang teknologi,” ujar Sofyan

Ia juga membeberkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Sejak pendaftaran dibuka pada 22 Juni 2026, tercatat sebanyak 50 peserta mendaftar hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam Setelah melalui proses seleksi ketat pada 28 Juni 2026, panitia akhirnya menetapkan 20 peserta terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai penerima beasiswa

Daftar 20 Penerima Beasiswa dari Berbagai Penjuru Nusantara

Dua puluh peserta yang berhasil lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan intensif ini berasal dari beragam daerah, mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia

1. Ade Rahmat Gumilar (Ciamis, Jawa Barat)

2. Afifah Aida Hartono (Makassar, Sulawesi Selatan)

3. Ahmad Nazirullah (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)

4. Alya Febriani (Surakarta, Jawa Tengah)

5. Dika Cahya Permana (Kuningan, Jawa Barat)

6. Fahrial Agama (Kuningan, Jawa Barat)

7. Fauzia (Makassar, Sulawesi Selatan)

8. Luluk Alvia (Boyolali, Jawa Tengah)

9. Magdalena Simanjuntak (Bengkulu)

10. Muhammad Ansori (Probolinggo, Jawa Timur)

11. Muhammad Furqan (Nanggroe Aceh Darussalam)

12. Muhammad Zidan (Jakarta)

13. Rafifa Khaara Hendayana (Bogor, Jawa Barat)

14. Rosidatul Hasanah (Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan)

15. Roza Isnani (Sijunjung, Sumatera Barat)

16. Salma Arsita Nursarif (Jakarta)

17. Selfie Etiarini (Karanganyar, Jawa Tengah)

18. Sinta Wulan Dwi (Binjai, Sumatera Utara)

19. Windy Yulianti (Bekasi, Jawa Barat)

20. Yohannes Breakmans (Kupang, Nusa Tenggara Timur)

Sistem Pembelajaran dan Sesi Tanya Jawab Interaktif

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 12 kali pertemuan, dimulai secara efektif pada Senin, 6 Juli 2026 hingga 31 Juli 2026 Kelas akan dilaksanakan tiga kali seminggu (Senin, Rabu, dan Jumat) secara daring via Zoom pada pukul 19.30 WIB dengan durasi per sesi selama 90 menit Pertemuan pertama akan berfokus pada materi dasar Microsoft Word

Pada sesi tanya jawab, para peserta tampak sangat antusias mengonfirmasi mekanisme kelas. Salah satu peserta, Sinta Wulan Dwi asal Binjai, menanyakan mengenai konsultasi di luar kelas. Sofyan Sukmana menjelaskan bahwa pihak instruktur tidak hanya mengajar di Zoom, tetapi juga menyediakan modul, rekaman audio pembelajaran, serta membuka ruang diskusi interaktif di grup WhatsApp maupun jalur pribadi (japri) untuk membantu pemahaman peserta

Terkait kedisiplinan, panitia memberlakukan aturan ketat berupa syarat kehadiran minimal 75% agar peserta berhak mendapatkan e-sertifikat Selain itu, tidak ada ujian formal di akhir materi, melainkan sistem penilaian akumulatif melalui tugas rutin, keaktifan, dan kuis interaktif di setiap sesi guna menentukan tiga peserta terbaik yang akan mendapatkan merchandise khusus

Acara onboarding ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama yang dipandu oleh pengelola kelas, Ms Indah, serta doa bersama demi kelancaran program ke depan Melalui sinergi literasi digital ini, diharapkan generasi inklusif yang mandiri dan siap bersaing dapat terwujud nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top