JAKARTA – Menyongsong Hari Disabilitas Internasional 2025, Yayasan Lentera Rumah Inklusif kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat disabilitas netra melalui pembukaan Beasiswa Pelatihan Microsoft Office, Internet, Artificial Intelligence (AI), dan Bahasa Inggris Tingkat Dasar Batch 8.
Acara pembukaan (Opening Ceremony) yang digelar secara daring pada hari Sabtu ini mengusung tema besar: “Tingkatkan Potensi, Wujudkan Inklusi, Taklukkan Globalisasi”. Program ini sepenuhnya disponsori oleh Yayasan Lions Indonesia (YLI) dan Lions Club Jakarta Monas.
Program beasiswa yang berkelanjutan ini merupakan inisiasi yang diprakarsai oleh Ibunda Patricia Lestari, selaku Senior Member Lions Club Jakarta Monas. Peran beliau sangat sentral dalam mengawal kolaborasi ini sejak batch pertama hingga mencapai batch ke-8.
Dalam sambutannya, Bapak Sofyan Sukmana, S.Pd., selaku CEO Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, menekankan bahwa di era digital, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama.
“Keterbatasan penglihatan tidak boleh menjadi batasan untuk berkarya. Dengan teknologi yang aksesibel seperti pembaca layar (screen reader), teman-teman tuna netra mampu bersaing, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar beliau.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Lina Tjung selaku Presiden Lions Club Jakarta Monas periode 2024-2025, menyampaikan kebanggaannya atas keberlanjutan program ini. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menjangkau total 180 penerima beasiswa disabilitas netra dari seluruh Indonesia.
Pada batch ke-8 ini, sebanyak 20 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan teknologi (MS Office & AI) dan 10 peserta untuk pelatihan bahasa Inggris. Keistimewaan batch kali ini adalah penguatan materi pada Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan dapat membantu mempermudah pekerjaan
Pelatihan akan berlangsung secara intensif mulai 24 November hingga 27 Desember 2025 dengan metode pengajaran dari instruktur yang juga merupakan penyandang disabilitas netra, sehingga pendekatan yang digunakan sangat relevan.
Acara juga diisi dengan sesi motivasi dari Bapak Despa Dendi Irawan, S.Pd., M.Psi., Kons., seorang konselor tuna netra pertama di Indonesia. Beliau membagikan pengalaman pribadinya dalam menaklukkan tantangan fisik dan mental hingga sukses membangun karier profesional.
“Kita memang tidak bisa melihat, tapi kita mampu menggambar masa depan kita sendiri. Jangan berhenti bertanya, karena pertanyaan adalah pintu pengetahuan,” pesan Bapak Despa kepada para peserta.
Ibu Evie Pohan, Sekretaris Badan Pengurus Yayasan Lions Indonesia, menyatakan bahwa pendidikan adalah cahaya bagi setiap orang tanpa terkecuali. YLI berkomitmen untuk terus bergandengan tangan dengan Lentera Inklusif guna menyalakan harapan bagi saudara-saudara tuna netra di seluruh pelosok Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Dengan dimulainya batch 8 ini, Yayasan Lentera Rumah Inklusif berharap para peserta dapat lulus dengan kepercayaan diri yang baru, siap memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara inklusif.
Penulis: Admin Yayasan Lentera Rumah Inklusif
Sumber:
