Bahasa Inggris di Dunia Kerja Membuka Peluang bagi Semua, Termasuk Penyandang Disabilitas

Penulis: Nisya

29 Oktober 2026

Banyak lowongan menarik yang mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris, dan syarat itu sering membuat orang ragu untuk melamar. Padahal, keterampilan ini bisa dipelajari oleh siapa saja, baik penyandang disabilitas maupun nondisabilitas.

Di dunia kerja, bahasa Inggris tidak hanya dipakai untuk bercakap dengan orang asing. Bahasa ini membantu kita memahami informasi, membaca panduan teknologi, dan membangun relasi profesional. Karena semakin banyak perusahaan menjalin kemitraan internasional, kemampuan ini menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan maupun meniti karier.

Meski begitu, bahasa Inggris bukan satu-satunya penentu. Keahlian di bidangnya, pengalaman, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim tetap sama pentingnya. Dalam EF English Proficiency Index 2025, Indonesia berada di peringkat ke-80 dunia dengan skor 471, sementara rata-rata global mencapai 488, yang berarti masih ada ruang untuk terus belajar.

ef

Bagi penyandang disabilitas, kemampuan ini membuka pintu ke berbagai pekerjaan, seperti penulisan konten, penerjemahan, administrasi, layanan pelanggan, dan pekerjaan digital. Seorang penyandang disabilitas netra yang mahir memakai komputer bicara dan berbahasa Inggris, misalnya, dapat membaca dokumen digital, menulis artikel, dan mengakses sumber belajar internasional.

Namun, kemampuan pribadi saja belum cukup. Sebuah working paper Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada Agustus 2024 menemukan bahwa penyandang disabilitas lebih jarang terlibat di pasar kerja dan cenderung berpenghasilan lebih rendah. Karena itu, perusahaan perlu menyediakan aplikasi dan dokumen yang dapat dibaca pembaca layar, serta menilai kemampuan bahasa Inggris sesuai kebutuhan pekerjaan.

ilo

Untuk mulai belajar, Anda tidak perlu menunggu sampai mahir. Awali dengan kosakata seputar pekerjaan, cara memperkenalkan diri, membaca iklan lowongan, dan menulis email sederhana. Pilih materi yang ramah pembaca layar atau video yang dilengkapi teks. Kuncinya adalah konsisten, bukan cepat.

Di Yayasan Lentera Rumah Inklusif, kami menemani proses belajar itu melalui Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, yang terbuka bagi penyandang disabilitas maupun nondisabilitas. Berkat dukungan berbagai pihak, banyak penyandang disabilitas netra dari seluruh Indonesia telah menerima beasiswa belajar komputer bicara dan bahasa Inggris. Kini lebih dari 1.000 alumni telah belajar bersama kami.

Salah satunya adalah Muhammad Zamroni dari Kota Lumajang. Ia bercerita:

“Setelah saya mengikuti program belajar di Yayasan Lentera Rumah Inklusif, saya bisa mengoperasikan laptop secara mandiri, baik untuk pekerjaan sekolah maupun pekerjaan kuliah. Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah saya bisa meneruskan ilmu yang saya dapatkan dengan memberikan bimbingan belajar kepada teman-teman netra lainnya. Saya juga pernah diamanahkan oleh pihak kampus menjadi instruktur dalam pelatihan komputer bicara.”

Muhammad Zamroni, alumni, disabilitas netra, Kota Lumajang

Kisah Zamroni menunjukkan bahwa keterampilan yang dipelajari bisa terus tumbuh: dari peserta belajar, kini ia ikut membagikan ilmunya kepada teman-teman netra lainnya.

Kami percaya bahasa Inggris seharusnya menjadi jembatan menuju peluang, bukan penghalang. Karena itu, Yayasan Lentera Rumah Inklusif siap berkolaborasi dengan perusahaan, lembaga pendidikan, dan komunitas yang ingin membuka kesempatan belajar dan bekerja yang lebih adil bagi penyandang disabilitas.

Anda juga dapat ikut mendukung melalui donasi. Dukungan Anda membantu program pembelajaran dan pelatihan kami terus berjalan serta menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di berbagai daerah. Informasi donasi tersedia di Info Donasi

Hubungi kami:

• WhatsApp: 0851-7444-8785

• Email: lenterarumahinklusif@gmail.com

• Instagram: lenterainklusif.id

• TikTok: lenterainklusif

• Donasi: Donasi

Sumber

• EF Education First. (2025). EF English Proficiency Index 2025: Indonesia [Lembar fakta]. https://www.ef.com/epi

• Ananian, S., & Dellaferrera, G. (2024). A study on the employment and wage outcomes of people with disabilities (ILO Working Paper 124). International Labour Office. https://doi.org/10.54394/YRCN8597

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top